Categories: Ibadah Haji

Beberapa Kesalahan yang Dilakukan Jamaah Haji

Kesalahan yang Dilakukan Jamaah Haji

Kesalahan yang Dilakukan Jamaah Haji, ini perlu diperhatikan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad (Nabi terahir), para keluarga dan sahabat beliau, serta kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari pembalasan (hari kiamat).

 

Beberapa Kesalahan yang Dilakukan Jamaah Haji

Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman :

 لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجوا الله واليوم الآخر وذكر الله كثيرا .

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS: Al-Ahzab: 21)

 فآمنوا بالله ورسوله النبي الأمي الذي يؤمن بالله وكلماته واتبعوه لعلكم تهتدون 

“Maka berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, Nabi yang ummi, yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimatNya (kitab-kitabNya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS: Al-A’raf : 158)

قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم والله غفور رحيم

“Katakanlah : Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS: Ali Imran : 31)

فتوكل على الله إنك على الحق المبين

“Sebab itu bertawakkallah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata.” (QS: An Naml : 79)

فماذا بعد الحق إلا الضلال فأنى تصرفون

“Maka tidak ada sesudah kebenaran itu kecuali kesesatan. Maka bagaimanakah kamu bisa dipalingkan (dari kebenaran) itu?” (QS: Yunus : 32)

ِِAyat-ayat tersebut di atas menunjukkan, bahwa segala sesuatu yang menyimpang dari petunjuk dan cara Nabi  adalah batal, sesat dan ditolak. Sebagaimana sabda Nabi  :

[من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد ].

“Barang siapa melakukan perbuatan yang mengada-ada pada urusan kami maka ia ditolak.” (Hadist muttafaq alaih)
Sebagian orang Islam –semoga Allah memberi petunjuk dan taufiq kepada mereka- melakukan beberapa hal dalam masalah ibadah, tidak berdasarkan pada Kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnah Rasulullah , terutama dalam masalah ibadah Haji, yang sering kali muncul orang-orang yang berani dan tergesa-gesa memberikan fatwa tanpa ilmu pengetahuan, sehingga kedudukan fatwa menjadi ladang bisnis sebagian orang untuk kepentingan materi dan popularitas, serta terjadilah kesesatan dan penyesatan seperti yang telah terjadi.

Seharusnya seorang muslim tidak dengan mudah dan berani memberikan fatwa tanpa ilmu pengetahuan, karena kedudukannya hanya sebagai penyampai ajaran dari Allah, dan semestinya saat memberikan fatwa ingat kepada firman Allah Ta’ala tentang Nabinya  :

ولو تقوَّل علينا بعض الأقاويل ، لأخذنا منه باليمين، ثم لقطعنا منه الوتين، فما منكم من أحد عنه حاجزين.

“Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) dari pemotongan urat tersebut.” (QS: Al-Haqqah : 44-47)

قل إنما حرم ربي الفواحش ما ظهر منها وما بطن والإثم والبغي بغير الحق وأن تشركوا بالله ما لم ينـزل به سلطانا وأن تقولوا على الله ما لا تعلمون

“Katakanlah : Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan keji baik yang tampak ataupun yang tersembunyi, perbuatan dosa, melanggar hak orang tanpa alasan yang benar, mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu, dan mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui,” (QS: Al-A’raf : 33)

Dan kesalahan yang sering dilakukan oleh sebagian jamaah haji adalah karena hal tersebut di atas, yaitu akibat fatwa tanpa ilmu pengetahuan dan ikut-ikutan di antara mereka tanpa dalil dan dasar.

Insyaallah akan kami terangkan –dengan pertolongan Allah- Sunnah Nabi  tentang manasik haji yang sering dilakukan secara salah oleh para jamaah haji, dengan memberi panekanan pada kesalahan-kesalahan tersebut.
Semoga Allah Ta’ala memberi taufiq kepada kita dan memberi manfaat dengan risalah ini kepada saudara-saudara kita kaum muslimin semuanya. Sesunguhnya Allah Pemberi Karunia dan Maha Mulia.

Sumber buku:
Manasik Haji Umrah dan Beberapa Kesalahan Yang Dilakukan Sebagian Jama’ah
oleh
Syaikh Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin
Penerjemah
Aman Nadir Saleh
Editor
Muhammad Yusuf Harun, MA.
Munir Fuadi, Lc.
Muh.Muinuddin Basri.

admin

Recent Posts

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Panduan Lengkap + 7 Kriteria Penting

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…

1 year ago

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…

1 year ago

Apakah Hukum Berkurban? Penjelasan Lengkap Menurut Islam

Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…

1 year ago

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…

1 year ago

Kapan Ibadah Qurban Disyariatkan Dalam Islam?

Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…

1 year ago

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…

1 year ago