Ziarah Masjid Nabawi di Madinah Al Munawaroh adalah bagian dari rangkaina paket umroh da haji. Jamaah diberi kesempatan untuk menikmati indahnya kota Madinah. Juga diberikan kebebasan untuk beribadah di Masjid Nabawi.
1. Pergilah ke Madinah sebelum ibadah haji atau sesudahnya dengan niat ziarah Masjid Nabawi dan melakukan shalat di dalamnya, karena shalat di Masjid Nabawi lebih baik seribu kali dari shalat di tempat lain kecuali di Masjidil Haram.
2. Jika sudah sampai di Masjid Nabawi, lakukanlah shalat Tahiyyatul masjid dua rakaat atau shalat fardhu jika sudah qamat.
3. Lalu pergilah ke kuburan Nabi –shalalllahu alaihi wasallam-, berdirilah di depan kuburan beliau dan sampaikanlah salam dengan mengucapkan :
السلام عليك أيها النبي ورحمة الله وبركاته، صلى الله عليك، وجزاك عن أمتك خيراً
“Semoga salam sejahera, rahmat dan berkah Allah selalu dilimpahkan kepadamu, wahai Nabi. Semoga Allah selalu melimpahkan shalawat dan memberikan pahala kebaikan kepadamu.”
Lalu melangkahlah ke sebelah kanan selangkah atau dua langkah untuk berdiri di depan kuburan Abu Bakar dan sampaikanlah salam kepadanya dengan mengucapkan :
السلام عليك يا أبا بكر خليفة رسول الله ورحمة الله وبركاته، رضي الله عنك وجزاك عن أمة محمد خيراً.
“Semoga salam sejahtera, rahmat dan berkah Allah selalu dilimpahkan kepadamu, wahai Abu Bakar Khalifah Rasulullah. Semogga Allah memberi keridhaan dan pahala kebaikan kepadamu.”
Kemudian melangkahlah ke sebelah kanan lagi selangkah atau dua langkah untuk berdiri di depan kuburan Umar dan sampaikanlah salam kepadanya dengan mengucapkan :
السلام عليك يا عمر أمير المؤمنين ورحمة الله وبركاته رضي الله عنك وجـــزاك عن أمة محمد خيراً.
“Semoga salam sejahterra, rahmat dan berkah Allah selalu dilimpahkan kepadamu, wahai Umar Amirul mukminin. Semoga Allah memberi keridhaan dan pahala kebaikan kepadamu.”
4. Pergilah ke Masjid Quba’ dalam keadaan suci dan lakukanlah shalat di dalamnya.
5. Pergilah ke Baqi’ da ziarahlah ke kuburan Ustman , berdirilah di depan kuburan beliau dan sampaikanlah salam kepadanya dengan mengucapkan:
السلام عليكم يا عثمان أمير المؤمنين ورحمة الله وبركاته رضي الله عنك وجزاك عن أمة محمد خيراً.
“Semoga salam sejahtera, rahmat dan berkah Allah selalu dilimpahkan kepadamu, wahai Ustman Amirul mukminin. Semoga Allah selalu memberi keridhaan dan pahala kebaikan kepadamu.”
Juga sampaikanlah salam kepada Muslimin lainnya yang dikuburkan di Baqi’.
6. Pergilah ke Uhud dan ziarahlah ke kuburan Hamzah dan kuburan para syuhada’ yang lain, serta sampaikanlah salam kepada mereka dan berdo’alah kepada Allah untuk selalu memberikan ampunan, rahmat dan keridhaan kepada mereka.
Wajib bagi orang yang dalam keadaan berihram haji atau umrah hal-hal berikut:
1. Konsisten melaksanakan segala yang diwajibkan oleh Allah berupa syari’at agamaNya, seperti mendirikan shalat pada waktunya dengan berjamaah.
2. Menjauhkan diri dari segala yang dilarang Allah seperti rafast (perkataan cabul), perbuatan fasik dan maksiyat, sebagaimana firman Allah :
فمن فرض فيهن الحج فلا رفث ولا فسوق ولا جدال في الحج
“Maka barangsiapa yang telah menetapkan niatnya dalam bulan itu untuk mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam (masa mengerjakan) haji.” (Al-Baqarah 197).
3. Menjauhkan diri dari perbuatan atau ucapan yang bisa menyakiti sesama orang Islam di tempat-tempat suci maupun di tempat lain.
4. Menjauhkan diri dari segala larangan ihram :
Hal-hal tersebut adalah larangan-larangan ihram yang berlaku bagi kaum laki-laki dan kaum perempuan.
Adapun larangan ihram yang khusus untuk kaum laki-laki adalah :
Diperbolehkan bagi kaum laki-laki untuk memakai sandal, cicin, kaca mata, alat bantu pendengaran, jam tangan atau jam yang dikalungkan di lehernya, dan sabuk besar untuk menyimpan bekalnya.
Diperbolehkan pula untuk membersihkan diri dengan tidak memakai wangi-wangian juga diperbolehkan mencuci dan menggaruk kepala dan badannya. Jika kemudian, karena hal itu, rambut terjatuh tanpa disengaja maka hal itu tidak apa-apa.
Adapun bagi kaum wanita dilarang memakai niqab dan burqu’ (sejenis tutup muka). Sesuai dengan sunnah, seorang wanita hendaknya membuka mukanya, kecuali memang dilihat orang laki-laki yang bukan mahramnya maka wajib baginya untuk menutup mukanya di saat ihram maupun di luar ihram.
Alah yang memberi taufiq, semoga shalawat dan salam selalu dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.
Sumber buku:
Manasik Haji Umrah dan Beberapa Kesalahan Yang Dilakukan Sebagian Jama’ah
oleh
Syaikh Muhammad Shalih Al ‘Utsaimin
Penerjemah
Aman Nadir Saleh
Editor
Muhammad Yusuf Harun, MA.
Munir Fuadi, Lc.
Muh.Muinuddin Basri.
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…