Sejarah Perkembangan Islam di Afrika

Sejarah Perkembangan Islam di Afrika  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sejarah Perkembangan Islam di Afrika”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/stori/read/2022/04/26/150000879/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika?page=all. Penulis : Lukman Hadi Subroto Editor : Widya Lestari

Islam telah menyebar ke berbagai belahan dunia, mulai dari Asia, Australia, Amerika, Eropa, dan Afrika. Islam pertama kali datang ke Afrika selama eksodus umat Islam dari Mekah ke Abyssinia atau Abyssinia (Ethiopia) pada tahun 615. Menurut kepercayaan Muslim, Raja Osama, yang saat itu memerintah Abyssinia, masuk Islam setelah kedatangan Muslim dari Mekah. Setelah itu, Islam terus berkembang dan menjadi agama bagi sebagian orang di negara-negara Afrika.

Sejarah Perkembangan Islam di Afrika  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sejarah Perkembangan Islam di Afrika”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/stori/read/2022/04/26/150000879/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika?page=all. Penulis : Lukman Hadi Subroto Editor : Widya Lestari
Masuknya Islam ke Afrika Islam pertama kali masuk ke Afrika pada saat migrasi umat Islam dari Mekkah atas perintah Nabi Muhammad SAW pada tahun 615. Setelah Islam masuk ke Afrika, khususnya Etiopia, ajaran Islam menyebar ke benua ini pada masa Khulafaur Rashidin. Penyebaran Islam di Afrika pada waktu itu terjadi di Cyrenaica, di Libya timur, dan dilakukan oleh komandan militer Khilafah Rasyidun Amr ibn Aisha pada tahun 642 atau pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn al-Khattab. (433-644). , Islam menyebar dengan damai ke seluruh Afrika Barat melalui pedagang, cendekiawan, dan misionaris. Islam dengan demikian menyebar ke seluruh gurun pasir dan sekitarnya. Di era Dinasti Umayyah, tepatnya pada masa pemerintahan Khalifah Al-Wahid (705-715), Islam menyebar ke wilayah Maghreb Maroko. Setelah jatuhnya dinasti Umayyah dan digantikan oleh Bani Abbasiyah yang menguasai Afrika. Dinasti ini fokus pada perkembangan dan perkembangan peradaban Islam di sana.
Kemajuan Islam di Afrika Setelah Islam datang dan berkembang di Afrika, para penguasa Muslim menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi. Bahasa Arab digunakan sebagai bahasa antar suku dan bangsa. serta bahasa yang digunakan dalam pengajaran di sekolah. Penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa resmi di Afrika menjadi dasar perkembangan Islam di sana. Sejak saat itu, Jihad Islam tidak lagi menggunakan senjata, melainkan bahasa dan ilmu pengetahuan. Di bidang pemerintahan, kehadiran Islam di Afrika telah memberikan kontribusi yang besar terhadap sistem pemerintahan. Salah satunya muncul pada Dinasti Fatimiyah yang menggunakan gelar khalifah sebagai kepala pemerintahan dalam urusan dunia dan agama. Lihat juga: Dinasti Fatimiyah: sejarah, kesuksesan, kekhalifahan dan keruntuhannya Dalam pemerintahan, khalifah mengangkat dan memberhentikan jabatan bawahan. Dalam jabatan pembantu khalifah, seperti Kementerian Negara, mereka terbagi menjadi dua golongan, yaitu ahli militer dan ahli ilmu pengetahuan. Pejabat militer berpengalaman memegang posisi di penjaga, serta di penjaga Khilafah. Sementara petugas Ilmu memegang posisi di lembaga hukum, pendidikan dan ilmiah. Ekonomi dan perdagangan, keuangan, istana dan urusan agama. Apalagi ada aspek yang sangat penting dalam perkembangan peradaban Islam di Afrika, pentingnya toleransi beragama. Dengan menaklukkan wilayah Afrika, tentara Islam tidak memaksa penguasa lokal untuk masuk Islam kecuali mereka menginginkannya.
Mereka kemudian diberi hak untuk melanjutkan pemerintahan sendiri dengan kewajiban membayar pajak pertahanan atau jizyah kepada khalifah. Orang Afrika yang memeluk agama selain Islam juga menikmati perlindungan atas hak mereka atas kebebasan dari Khalifah. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Setelah Masuknya Islam Munculnya Islam di Afrika menyebabkan berkembangnya bidang ilmu pengetahuan dan memuliakan bangunan peradaban. Selain itu, arsitektur dan bangunan juga berkembang di Afrika setelah gencarnya pengaruh Islam. Bukti perkembangan ilmu pengetahuan di Afrika ditemukan dalam perkembangan Kairo di Mesir pada masa Dinasti Fatimiyah. Kota Kairo disulap oleh dinasti Fatimiyah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan intelektual Islam.
sisa-sisa dinasti Fatim yang masih ada, Universitas Al-Azhar di Kairo. Dinasti Fatimiyah, yang memerintah Mesir antara 909 dan 1171, adalah negara yang sangat terobsesi dengan perkembangan ilmiah. Bahkan, pemerintah Fatima telah mendirikan beberapa lembaga pendidikan dan memberikan hibah besar untuk pengembangan ilmu pengetahuan setiap bulannya. Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Fatima di Afrika berhasil menciptakan lebih banyak ilmuwan muslim. Beberapa ilmuwan tersebut adalah Muhammad Al-Tamim (fisikawan), Al-Kindi (sejarawan), Ali bin Yunus (astronom), dan Ali Al-Hasan bin Al-Khaitani (ahli optik).
Selain dinasti Fatima, beberapa kerajaan Islam di Afrika, seperti dinasti Muwahidun dan dinasti Murabithun, sangat memperhatikan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan Afrika yang beragam mulai melemah dengan datangnya negara-negara Barat yang kemudian menjajah negara-negara Afrika. Referensi: V Arnaldo, Thomas. (2019). Kisah lengkap penyebaran Islam ke seluruh dunia. Yogyakarta: IRCiSoD. Iya, Akmal. (2016). Perkembangan Islam di Afrika Utara dan Peradabannya. Palembang: Universitas Islam Negeri Raden Fatah

source:https://www.kompas.com/stori/read/2022/04/26/150000879/sejarah-perkembangan-islam-di-afrika?page=all