Categories: Khasanah Islam

Kisah Pengrajin Sepatu yang Mendapat Keberkahan Haji Meski Belum Berangkat Haji

Kisah Pengrajin Sepatu yang Mendapat Keberkahan Haji Meski Tidak Berangkat Haji ke Baitullah. Setiap umat Islam pasti memiliki keinginan untuk menjalankan ibadah haji dan meraih predikat haji mabrur. Namun, tahukah kita bahwa ada kisah menarik tentang seseorang yang diakui sebagai haji mabrur, meskipun ia tidak pernah berangkat ke Baitullah di Makkah. Bagaimana ceritanya?

Kisah Pengrajin Sepatu yang Mendapat Keberkahan Haji (KabarMakkah.com)

Kisah Pengrajin Sepatu yang Mendapat Keberkahan Haji Mabrur Meski Belum Berangkat Haji ke Baitullah

Kisah ini diambil dari Buku Koleksi Hadits dan Kisah Teladan Muslim yang ditulis oleh Ahmad Saifudin dan Mahdi dengan judul Kisah Diterimanya Ibadah Haji Seorang Hamba Meski Tidak Berangkat ke Tanah Suci, yang dipublikasikan di situs resmi Kementerian Agama.

Cerita ini diceritakan oleh Abdullah bin Al Mubarak, bahwa suatu kali setelah menyelesaikan ibadah haji, Abdurrahman Abdullah bin Al Mubarak beristirahat dan tidur. Saat sedang tidur, ia bermimpi melihat dua Malaikat turun dari langit dan mendengar mereka berbicara.

Salah satu Malaikat bertanya kepada yang lain, “Berapa banyak orang yang datang untuk menjalankan haji tahun ini?.

“Mereka berjumlah enam ratus ribu jamaah,” jawab Malaikat yang ditanya.

Kemudian, Malaikat pertama kembali bertanya, “Berapa banyak dari mereka yang ibadah hajinya diterima?.

Tidak ada satupun,” jawab Malaikat yang pertama.

Percakapan tersebut membuat Abdullah Al Mubarak merasa gemetar.

Dalam mimpiku,” ia menangis, “Apakah semua orang ini datang dari tempat jauh dengan kesulitan dan kelelahan, melewati gurun pasir yang luas, hanya untuk semua usahanya menjadi sia-sia?.

Baca juga: Daftar Nama Calon Jemaah dan Jadwal Pelaksanaan Haji 2023, Cek di Sini Baca juga: Apa Itu Niat Ihram Isytirat dalam Ibadah Haji? Sambil gemetar, ia terus mendengarkan percakapan kedua malaikat itu.

Namun ada seseorang yang meskipun tidak menjalankan ibadah haji, amal perbuatan hajinya diterima oleh Allah dan semua dosanya diampuni. Berkat dia, seluruh jamaah haji diterima oleh Allah.

“Bagaimana mungkin?” tanya Malaikat pertama.

“Itu adalah kehendak Allah.”

“Siapakah orang itu?” tanya Malaikat pertama lagi.

“Orang itu adalah Ali bin Al Muwaffaq, pengrajin sepatu di Kota Damaskus.”

Setelah mendengar ucapan tersebut, Abdullah Al Mubarak terbangun dari tidurnya. Setelah kembali dari ibadah haji, ia tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan langsung pergi ke Damaskus, Suriah. Hatinya masih gemetar dan penuh dengan pertanyaan.

Ketika sampai di sana, ia mencari pengrajin sepatu yang disebutkan oleh Malaikat dalam mimpinya. Ia bertanya kepada hampir semua pengrajin sepatu apakah ada seorang pengrajin sepatu bernama Ali bin Al Muwaffaq.

“Ada, di pinggiran kota,” jawab salah seorang pengrajin sepatu sambil menunjukkan arahnya.

Setelah tiba di tempat tersebut, ia menemukan seorang pengrajin sepatu yang berpakaian sangat sederhana. “Apakah Anda Ali bin Al Muwaffaq?” tanya bin Al Mubarak.

“Iya, tuan. Ada yang bisa saya bantu?

Saya ingin tahu apa yang telah Anda lakukan sehingga Anda layak menerima pahala haji yang diterima oleh Allah, meskipun Anda tidak pernah berhaji.

“Saya sendiri tidak tahu, tuan.”

“Ceritakanlah kehidupan Anda selama ini.”

Ali bin Al Muwaffaq pun menceritakan, “Selama puluhan tahun, setiap hari saya menyisihkan sebagian uang dari penghasilan saya sebagai pengrajin sepatu. Saya menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya pada tahun ini, saya memiliki 350 dirham, jumlah yang cukup untuk menjalankan ibadah haji. Saya sudah siap untuk berangkat haji.”

Tapi Anda tidak berangkat haji.”

“Benar.”

Apa yang terjadi?”

“Pada saat itu, istri saya hamil dan sedang menginginkan makanan yang lezat.

Suamiku, bisakah kau mencium aroma masakan yang lezat ini?

“Iya, sayang.”

“Coba cari siapa yang memasak, aroma masakannya begitu enak. Tolong mintakan sedikit untukku,” pinta istriku.

“Akhirnya, saya mencari sumber aroma masakan tersebut. Ternyata berasal dari gubuk yang hampir roboh. Di sana, ada seorang janda dan enam anaknya. Saya memberitahunya bahwa istri saya menginginkan masakan yang dia masak, meskipun hanya sedikit. Janda tersebut diam dan memandang saya, sehingga saya mengulangi kata-kata saya,” ungkap Ali bin Al Muwaffaq.

Akhirnya, dengan ragu-ragu, dia mengatakan, “Tidak boleh, tuan.”

“Apa pun harganya, saya akan membelinya.”

“Makanan ini tidak dijual, tuan,” katanya sambil meneteskan air mata.

“Mengapa?” tanya Ali.

Dengan berlinang air mata, janda tersebut menjawab, “Makanan ini halal bagi kami, tapi haram bagi tuan.

Dalam hatinya, Ali bin Al Muwaffaq bertanya, “Bagaimana mungkin ada makanan yang halal bagi dia, tapi haram bagi saya, padahal kita sama-sama muslim?” Oleh karena itu, dia mendesaknya lagi, “Kenapa?

“Beberapa hari ini, kami tidak punya makanan. Di rumah kami tidak ada makanan sama sekali. Hari ini, kami menemukan seekor keledai mati, jadi kami mengambil sebagian dagingnya untuk dimasak dan dimakan,” janda tersebut menjelaskan sambil terisak.

Mendengar cerita itu, saya menangis dan pulang ke rumah. Saya menceritakan kejadian tersebut kepada istri saya, dan dia juga menangis. Akhirnya, kami memasak makanan dan pergi ke rumah janda tersebut.

“Kami membawa makanan untukmu.”

Saya memberikan 350 dirham, uang yang saya kumpulkan untuk berhaji, kepada mereka. Gunakan uang ini untuk keluarga Anda. Gunakan untuk usaha agar Anda tidak kelaparan lagi.”

Mendengar cerita itu, Abdullah Al Mubarak tidak bisa menahan air mata. Ternyata, inilah amal yang dilakukan oleh Ali bin Al Muwaffaq sehingga Allah menerima amal ibadah hajinya, meskipun ia tidak berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji.

https://www.detik.com

TAGS:

kisah tukang sol sepatu dan haji mabrur – Kisah Pengrajin Sepatu yang Mendapat Keberkahan Haji Meski Belum Berangkat Haji
kisah haji mabrur tapi tidak berangkat ke baitullah – Kisah Pengrajin Sepatu yang Mendapat Keberkahan Haji Meski Belum Berangkat ke Makkah
kisah muwaffaq – Kisah Pengrajin Sepatu yang Mendapat Keberkahan Haji Meski Belum Berangkat ke Baitullah
kisah haji yang diterima – Kisah Pengrajin Sepatu yang Mendapat Keberkahan Haji Meski Belum Menunaikan Ibadah Haji
kisah said bin muhafah – Kisah Pengrajin Sepatu yang Mendapat Keberkahan Haji Meski Belum Melaksanakan ibadah Haji

admin

Recent Posts

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Panduan Lengkap + 7 Kriteria Penting

Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…

1 year ago

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…

1 year ago

Apakah Hukum Berkurban? Penjelasan Lengkap Menurut Islam

Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…

1 year ago

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?

Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…

1 year ago

Kapan Ibadah Qurban Disyariatkan Dalam Islam?

Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…

1 year ago

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam

Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…

1 year ago