Bimbingan Praktis Perjalanan Haji, Urutan Pelaksanaan Ibadah Haji. Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara’, haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula.
Yang dimaksud dengan tempat-tempat tertentu dalam definisi di atas, selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.
Allah Subhanahu wa Ta´ala berfirman :
“…Mengerjakan haji merupakan kewajiban manusia kepada Allah, yakni (bagi) orang yang mampu melakukan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesunguhnya Allah Maha Kaya (tiada memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS Ali Imran : 97)
“Dan panggillah manusia untuk melaksanakan haji niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai onta yang kurus yang datang dari segenap penjuru.” (QS Al-Hajj : 27)
“Ambillah contoh dariku pelaksanaan ibadah haji kamu sekalian.” (HR. Muslim)
Allah SWT telah mewajibkan ibdah haji ke Baitullah bagi orang yang mampu melaksanakannya, yakni mampu biayanya, waktu dan kesehatannya. Ibadah haji merupakan kesatupaduan dari Arkan Al-Islam, sebagai tindak lanjut dan tahapan dari rukun lainya, syahadatain, shalat, shiyam dan zakat.
Bahwasanya ibadah haji memerlukan prasyarat mental dan kondisional yang teguh dan utuh. Ia wajib diniatkan secara ikhlas, dilaksanakan secara benar (shahih) sesuai tuntunan qudwah Rasulullah SAW. Penyimpangan niat dan tercampurnya bid´ah hanya akan merusak nilai suci dari ibadah itu sendiri.
Dambaan setiap hujjaj adalah haji yang mabrur dan dosa-dosa yang diampuni. Itulah sebabnya haji menjadi pengayaan latihan ruhani (Tarbiyah al-Nafs) dengan disiplin yang ketat, ketinggian akhlak dalam jalinan hubungan kemanusiaan kepada khaliqnya, antar sesamanya dan alam lingkungan.
Ibadah haji sebagai bukti ketinggian Din Al-Islam dalam wujud mu´tamar ummat Islam sedunia tanpa membedakan suku bangsa, warna kulit dan bahasa, tanpa hambatan psikologis antara pemimpin negara dan rakyat jelata. Semua tunduk patuh beribadah kepada Allah semata-mata mendamba ridha-Nya guna
mencapai derajat Muttaqin.
Namun sangat disayangkan, masih terjadi pengamalan haji yang keluar dari prinsip (mabda), manasik dan tujuan (ghayah) yang hakiki, seperti: niat yang salah, tidak melaksanakan dan memahami esensi ibadah haji, apalagi ternoda bid´ah, khurafat dan tahayul.
Itulah sebabnya dibentuk Bimbingan perjalanan haji ´Arafah untuk menyiapkan calon hujjaj memiliki keteguhan niat yang ikhlas, pelaksanaan ibadah haji sesuai sunnah Rasulullah SAW. dan kembali dari menunaikan ibadah haji senantiasa istiqomah dalam melaksanakan syariat Islam. Dengan demikian makna Haji Mabrur akan benar-benar terwujud dan dirasakan secara pribadi, keluarga dan masyarakat.
Insya Allah, Bimbingan Ibadah Haji Arafah dapat berpartisipasi dalam meningkatkan syi´ar da´wah Islamiyah melalui Bimbingan kepada calon hujjaj.
Karena kita bukan penduduk Mekkah dan kita tidak mung-kin membawa hewan qurban dari tempat tinggal
kita, maka kita (rombongan haji Arafah) melaksanakan haji Tamattu’.
Catatan:
Rukun: apabila ditinggalkan, haji tidak sah.
Wajib: apabila ditinggalkan, haji sah tapi harus bayar
dam/ fidyah/kaffarah.
Dari amalan-amalan Haji diatas para Ulama menyimpulkan:
1. Ihrom
2. Thowaf
3. Sa’i
1. Wuquf di ‘Arofah
2. Menggunting/mencukur rambut
3. Tertib rukun diatas
1. Ihrom di Miqot
2. Wuquf di Arofah
3. Mabit di
Muzdalifah
1. Mabit di Mina pd malam Tasyriq (hingga terbenam matahari)
2. Melontar Jumroh
3. Thowaf wada’
1.Mandi untuk ihrom seperti mandi janabah.
2.Memotong kuku tangan dan kaki, memendekkan kumis, mencabut bulu ketiak dan mencukur rambut didaerah kemaluan.
3.Pakaian Ihrom harap dibawa kedalam pesawat.
4.Bacalah do’a naik kendaraan dan do’a bepergian (safar).
1.Mandi jika memungkinkan (mandi sebelum berangkat).
2.Memakai minyak wangi ditubuh (bukan dipakaian ihrom) untuk laki-laki (wanita tidak boleh).
3.Pakai kain Ihrom.
4.Setelah sampai di Miqot (Rabigh/kira-kira satu jam sebelum mendarat), Amirul Haj akan mengumum-kan
agar semua jama´ah mengucapkan niat yaitu :
Artinya : “Ya Allah aku penuhi panggilan-Mu untuk melaksanakan Umroh.”
5.Sholat dua raka’at ditempat duduk. Diroka’at pertama membaca surat Al-Kafirun setelah membaca alFatihah dan diroka’at kedua surat Al-Ikhlas (Boleh pula surat-surat yang lain).
6.Setelah itu dilanjutkan dengan talbiyah diucapkan berulang-ulang dengan suara keras bagi laki-laki sedangkan wanita cukup dengan suara pelan. Adapun
bacaannya :
Artinya : “Ya Allah aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji dan segala ni´mat adalh kepunyaan-Mu demikian pula segala kerajaan,
tiada sekutu bagi-Mu.” (Al-Bukhori)
7.Perbanyaklah talbiyah/berdzikir/baca qur’an atau membaca bacaan Islami dan hindari pertengkaran/perselisihan, mencela/menghina orang lain dan obrolan yang tidak bermanfa’at.
1.Turun dari pesawat dengan tenang dan tertib.
2.Berkumpul ditempat istirahat yang telah disediakan menunggu urusan imigrasi dan pemeriksaan barang.
3.Setelah pemeriksaan kumpulkan pasport dan chek haji kepada ketua rombongan.
4.Istirahat, makan (dibelikan oleh panitia), buang air
dan sholat. Tetap bersama rombongan sampai urusan administrasi selesai.
5.Berangkat menuju Mekkah dengan bis yang telah disediakan (insya Allah AC). Diharapkan tertib dan tenang dalam menaiki bis itu.
6.Sabar dan tetap bertalbiyah/berdzikir.
1.Membaca do’a masuk kota, yakni
Artinya: “Ya Allah jadikanlah bagiku (kota ini) tempat yang nyaman dan berilah aku rizki didalamnya
rizki yang halal.
2.Bis akan mengantar kita sampai ke Maktab/Majmu’ah kemudian akan menuju pemondokkan.
3.Di pemondokkan akan ada pembagian kamar.
Kemudian istirahat dan makan.
4.Briefing pelaksanaan ‘umroh dan pengenalan kondisi kota Mekkah.
5.Bersama rombongan masing-masing menuju Masjidil Haram.
1. THOWAF
Ketika masuk Masjidil Haram kita harus dalam keadaan berwudhu. Kita disunnahkan masuk melalui Babus
Salam dimulai dengan kaki kanan, ketika melihat Ka´bah kita membaca :
Artinya : “Ya Allah Engkaulah sumber segala kesejahteraan dan dari Engkaulah datangnya segala kesejahteraan, maka hidupkanlah kami ya Allah dengan keselamatan.” (al-Umm 2 : 144, al-Baihaqi 5 : 73, al-Fathu-r Robbani 12 : 8, Hadits Shohih, Nailul Author 5 : 109)
Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kepada rumah ini (Ka’bah) kehormatan, kemuliaan dan kewibawaan. Dan tambahkanlah kepada siapa yang menghormatinya dan memuliakannya, yaitu orang yang mendatanginya untuk haji dan ‘umroh kehormatan, keagungan, kemuliaan dan kebajikan.”
Setelah itu kita menuju garis coklat yang sejajar dengan Hajar Aswad dan mulailah Thowaf dari sini dengan diawali mencium Hajar Aswad bila memungkinkan. Bila tidak cukup mengusapnya lalu mencium tangan atau isyarat dengan tangan tanpa mencium tangan sambil mengucapkan :
Artinya : “Dengan nama Allah, Allah Maha Agung” Kemudian mengelilingi Ka´bah tujuh putaran, tiga putaran pertama bagi laki-laki berlari-lari kecil kalau memungkinkan (putaran selanjutnya cukup dengan berjalan biasa), sedangkan wanita cukup berjalan biasa untuk semua putaran.
Selama thowaf bacalah do´a dan dzikir yang jama´ah kehendaki atau sukai. Ketika melewati Rukun Yamani usaplah dengan tangan (kalau tidak mungkin cukup dengan melambaikan tangan) sambil mengucapkan “BismiLLahi waLLahu akbar” .
Dan jama´ah akhiri setiap putaran, yaitu diantara rukun yamani dan Hajar
Aswad dengan bacaan :
Artinya : “Wahai Rabb kami, Brilah kami kebaikan di dunia ini, dan berikanlah kami kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa api neraka.” (Ahmad dan Abu Dawud)
Sesampainya di Hajar Aswad lakukanlah seperti permulaan thowaf sampai selesai tujuh putaran.
Kemudian menuju Maqom Ibrohim sambil membaca:
Artinya: “Dan jadikanlah sebagian dari maqom Ibrohim sebagai tempat sholat.”
Lakukanlah shalat dua rakaat di belakang Maqom Ibrohim bila memungkinkan. Bila tidak, lakukanlah di tempat lain di dalam Masjid dengan membaca surat AlKafirun di rakaat pertama dan dirakaat kedua surat AlIkhlash.
Setelah itu minumlah air Zamzam dan bacalah:
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon padaMu ilmu yang bermanfa’at dan rizki yang lapang serta obat dari segala penyakit”.
2. SA´I
Kemudian menuju Shofa, lalu membaca :
Artinya : “Sesungguhnya Shofa dan Marwa itu adalah syi´ar-syi´ar Allah.” (HR. Muslim, an-Nasa-i, Ahmad)
Setelah tiba di Shofa, mengangkat kedua belah tangan sambil menghadap Ka´bah lalu membaca :
Artinya : “Allah Maha Agung, Allah Maha Agung, Allah Maha Agung, tiada illah melainkan Allah yang Tunggal tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya seluruh kerajaan, dan bagi-Nya seluruh puji, dan Ia kuasa atas segala sesuatu. Tiada illah
melainkan Allah yang tunggal yang memenuhi janji-Nya dan yang menolong hamban-Nya dan menghancurkan musuh sendirian”. (HR. Muslim, Nasa-i dan Ahmad) Bacaan tersebut diulang sampai tiga kali setiap ulangan disambung do´a sesuai kebutuhan kita dengan bahasa apa saja.
Kemudian turun dari Shofa dan berjalan menuju Marwah, hingga sampai pada tanda hijau, laki-laki berlari-lari kecil sampai tanda hijau berikutnya sedang wanita jalan biasa, lalu jalan biasa sampai ke Marwa.
Di situ kita melakukan dan mengucapkan sebagaimana yang kita lakukan dan ucapkan di Shofa.
Lakukanlah yang demikian itu tujuh kali, dari Shofa ke Marwa dihitung satu kali, demikian sebaliknya. Jadi mulai dari Shofa berakhir di Marwa.
3. TAHALLUL
Kemudian mencukur rambut atau memendekkan. Sedangkan bagi wanita cukup menggunting ujung
rambutnya kira-kira seujung jari. Sampai disini selesailah kita melaksanakan Umroh, kita boleh melakukan apa-apa yang tadinya menjadi larangan ihrom.
TAGS:
ibadah haji – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
ibadah haji 2024 – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
ibadah haji berapa hari – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
ibadah haji dan umrah – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
ibadah haji adalah – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
ibadah haji dilaksanakan pada bulan – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
ibadah haji 2023 – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
ibadah haji disyariatkan pada tahun – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
ibadah haji tahun 2023 – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
ibadah haji metaverse – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
selamat menunaikan ibadah haji – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
urutan ibadah haji – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
hikmah pelaksanaan ibadah haji dan umrah – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
rangkaian ibadah haji – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
tata cara ibadah haji – Bimbingan Praktis Perjalanan Haji
hikmah ibadah haji
rukun ibadah haji
pengertian ibadah haji
hikmah ibadah haji zakat dan wakaf
hukum melaksanakan ibadah haji adalah
ibadah perbedaan haji dan umroh
Siapakah Orang Dianggap Mampu Berkurban? Hari Raya Idul Adha adalah momen besar umat Islam yang…
Apakah Syarat Bagi Orang yang Berkurban? Berkurban merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam…
Apakah Hukum Berkurban?. Bulan Dzulhijjah menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah…
Apakah Dalil Disyariatkannya Ibadah Kurban dari Al-Qur’an dan Hadits?. Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang…
Kapan Ibadah Qurban disyariatkan dalam Islam? Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan…
Makna Qurban dan Waktu Disyariatkannya dalam Islam. Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut…